Mengenai Saya

Foto saya
jakarta, DKI jakarta, Indonesia
it's fun and cool

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Post Icon

TUGAS 3 JURNAL CSR (Analisis Hubungan Corporate Social Responsibility (CSR)Terhadap Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Jasa

NAMA : WAHYU DANU S
NPM    : 27211319
KELAS     : 4EB08

Analisis Hubungan Corporate Social Responsibility (CSR)Terhadap Kinerja Keuangan
Pada Perusahaan Jasa (Studi Kasus Perusahaan Jasa di D.I.Yogyakarta)



Oleh
Adeng Pustikaningsih1 



Latar belakang
Tanggung jawab sosial perusahaan (   Corporate Social Responsibility  = CSR) makin banyak
memperoleh perhatian, terutama dalam beberapa dekade terakhir. Sebagai contoh, lebih dari 50 persen eksekutif global mengidentifikasi CSR sebagaiprioritas utama para eksekutif (The Economist, 2008). Lebih jauh, globalisasi ekonomi secara substansial meningkatkan tekanan pada perusahaan-perusahaan multinasional untuk mengatasi masalah tanggung jawab sosial (Smith, 2009) seperti rantai pasokan, perlindungan lingkungan, kondisi kerja, dan hak-hak
karyawan  (Mueller     et  al .,  2009).  Kegagalan  untuk  memenuhi  harapan  meningkatnya
masyarakat global dapat membahayakan citra merek global dan reputasi, oleh karena itu, eksekutif memerlukan pemahaman lebih dalam tentang peran CSR.
Kegiatan CSR sebagian besar dilakukan berfokus pada stakeholder, yang berada di luar batas perusahaan,  dengan  demikian,  kegiatan  CSR  pada  umumnya,  meningkatkan  visibilitas
perusahaan  dan  penyebaran    goodwill dan  reputasi  untuk  berbagai  konstituen.  Strategis
aktivitas CSR yang didasarkan pada hubungan jangka panjang dengan masyarakat cenderung untuk mencapai pihak terkait dan memiliki dampak positif pada masyarakat.
Secara  formal,  ada  perbedaan  antara  CSR  dan  CSP,  namun  dalam  penelitian  ini  hanya membahas tentang CSR, dimana CSR adalah kegiatan perusahaan dan status yang berkaitan dengan  kewajiban  yang  dirasakan  masyarakat  atau  pemangku  kepentingan  (Brown  dan Dacin, 1997; Sen dan Bhattacharya, 2001) sedangkan kinerja sosial perusahaan (CSP) adalah kinerja perusahaan secara keseluruhan dalam program CSR dalam kaitannya dengan mereka pesaing terkemuka di industri yang sama (Luo dan Bhattacharya, 2009). Sedangkan inisiatif CSR mencerminkan program perusahaan dan investasi dalam keberlanjutan, CSP merupakan penilaian  stakeholder  dari  seluruh  kualitas  program-program  dan  investasi  (Luo  dan Bhattacharya, 2009; McWilliams dan Siegel, 2000).
Dalam hubungannya dengan kajian literatur hubungan antara CSR dan kinerja keunagan masih menunjukkan simpangsiur seperti bahwa tindakan CSR dapat mengakibatkan kinerja
keuangan  meningkat  (Orlitzky   et  al ,  2003;  Chen,  H,  dan  Wang,  X.  2011),  namun  ada
penelitian yang justru menghasilkan penelitian sebaliknya seperti Soana, M.G. (2011), dari sinilah penelitian ini berangkat.
Teori dan pengembangan Hipotesis
Corporate Social Responsibility (CSR)
Bila dilihat dari persepktif internal dan eksternal serta manajemen pemangku kepentingan, kegiatan CSR telah dilihat sebagai hal yang mempengaruhi stakeholder dalam perusahaan (Zagenczyk, 2004). Stakeholder dapat dilihat sebagai individu dan institusi yang dipengaruhi oleh tindakan perusahaan atau sekaligus kelambanan dalam dimensi temporal (mencakup masa lalu, masa kini dan masa depan) (Freeman, 1984; Langtry, 1994;  Clarkson, 1995; Hopkins, 2003 ).


1


Dosen Jurusan Pendidikan Akuntansi – Universitas Negeri Yogyakarta
32


 Stakeholder  perusahaan  bisa  internal  atau  eksternal  bagi  perusahaan  (Hopkins,  2003). Pemangku kepentingan intern adalah pemilik, manajer, karyawan dari suatu perusahaan, yang ada  dalam  batas  perusahaan  (Freeman,  1984;  Polonsky,  1996).  Sedangkan  stakeholder eksternal  dari  suatu  perusahaan  adalah  pemasok,  pelanggan,  masyarakat  dan  pemerintah (Freeman,  1984;  Hopkins,  2003).  Dari  perspektif  internal,  melakukan  kegiatan  CSR diharapkan dapat memotivasi para karyawan dan menunjukkan praktek manajemen yang baik
(suasana bagi pimpinan perusahaan dan karyawan) (Hill         et al , 2003;. Royle, 2005). Dari
perspektif eksternal melakukan kegiatan CSR perusahaan diharapkan untuk mendapatkan reputasi  yang  baik  di  masyarakat  (termasuk  pemerintah  berbagai  fungsionaris)  dan  juga membantu perusahaan untuk mengelola fungsinya agar lebih baik (terutama yang memiliki dimensi risiko yang terkait) (Lewis , 2003; Fombrun, 2005; Davis, 1960; Whetten et al, 2002;. Riordan et al, 1997).
Selanjutnya setiap organisasi yang memiliki kegiatan CSR secara strategis harus memiliki fokus  jangka  panjang  (Osborn  dan  Hagedoorn,  1997;  Boatright,  2000;  Altman,  1998; Waddock, 2004). Hal ini juga berlaku untuk setiap kegiatan perusahaan lain yang memiliki konotasi strategis. Isue tentang sentralitas seperti ketika kegiatan CSR dimaksudkan untuk berkontribusi menuju terwujudnya visi, harus memiliki fokus jangka panjang. Setiap kegiatan yang bersifat strategis harus dapat membantu perusahaan untuk mencapai misi dan visinya. Dengan demikian, setiap kegiatan CSR yang strategis harus dekat dengan misi dan visi perusahaan (Yeoh, 2007; Du et al, 2007;. Bruch, 2005).
Selanjutnya setiap kegiatan CSR yang memiliki fokus jangka panjang akan memerlukan komitmen terhadap sumber daya besar (Russo dan Fouts, 1997; Porter dan Kramer, 2006; Branco dan Rodrigues, 2006). Hal ini karena untuk dalam tujuan jangka panjang, kegiatan perusahaan akan memerlukan pengorbanan dan dedikasi dari sejumlah besar sumber daya selama periode waktu tertentu.
Para penulis (Sze'kely dan Knirsch, 2005; Porter dan Kramer, 2006; Perrini, 2005; Crawford dan Scaletta, 2005) juga menunjukkan bahwa aktivitas CSR dapat:
(1)  Membuat  permintaan  atas  produk  yang  bertanggung  jawab  secara  sosial  dan  ramah lingkungan dan jasa diantara konsumen dalam masyarakat dengan melakukan edukasi.
(2)  Memberikan  keterampilan  teknis  yang  diperlukan  kepada  anggota  masyarakat  untuk mengembangkan, membuat dan menyempurnakan kemampuan teknis dari warga negara.
Hal ini dapat dilakukan dengan mendirikan pendidikan, kejuruan, pelatihan dan lembaga pengetahuan.
(3)  Bantuan  pemerintah  dan  badan  pemerintah  untuk  membingkai  aturan  dan  peraturan untuk:
.  mencegah perilaku buruk perusahaan khususnya pada kegiatan sosial dan lingkungan
.  untuk mendorong perilaku perusahaan yang baik, untuk hal yang sama.
(4) Melestarikan sumber daya alam seperti air, bahan bakar fosil atau mengurangi emisi gas rumah kaca bagi negara lingkungan yang lebih baik dari kondisi pada semua tingkatan sehingga berbagai risiko lingkungan akan berkurang.
(5) Bantuan dalam mengembangkan kapasitas petani dan produsen bahan baku sehingga mereka dapat menyediakan perusahaan dengan bahan baku yang dibutuhkan berkualitas
dan jumlah yang dibutuhkan.
(6) Bantuan untuk  mengembangkan     cluster industri  dan dengan demikian membuat  dan
menambah dukungan infrastruktur bagi perusahaan.
Hubungannya  dengan  keuangan,  setiap  kegiatan  perusahaan  strategis  harus  membawa
manfaat bisnis yang besar, pernyataan ini adalah pernyataan    commonsensical dan tautologis .
Keuntungan  bisnis  yang  diwujudkan  dalam  cara  yang  berbeda,  tetapi  semua  membantu perusahaan mencapai posisi kompetitif yang menguntungkan dan aman selama jangka waktu



33


 tertentu (keunggulan kompetitif yang berkelanjutan) (Sze'kely dan Knirsch, 2005; Porter dan Kramer, 2006; Perrini, 2005 ; Crawford dan Scaletta, 2005).



Hubungan CSR dengan Kinerja Keuangan
Makin banyak perusahaan yang merangkul konsep CSR, karena perusahaan-perusahaan yang merangkul dan mengimplementasikan Inisiatif CSR memiliki dampak positif pada pilihan yang dibuat oleh para pemangku kepentingan utama dalam perusahaan untuk memutuskan untuk memasuki hubungan dengan perusahaan, terutamakonsumen (del Mar Garcia de los Salmones,  Crespo,&  Rodriguez  del  Bosque,  2005;  Brown  &  Dacin,  1997)  dan  potensi karyawan (Backhaus, Stone, & Heiner, 2002; Greening & Turban, 2000). Bahkan, Berens, van Riel, & van Rekom, (2007) individu lebih memilih perusahaan yang secara aktif terlibat dalam  inisiatif  CSR  yang  berkaitan  dengan  perusahaan  produk,  saham.  Ini  yang dititikberatkan  oleh  Turban  &  Greening  (1997)  yang  mencatat  bahwa  perusahaan  yang dianggap  terlibat  dalam  Inisiatif  CSR  memiliki  tingkat  perputaran  karyawan  yang  lebih rendah  dibdaningkan  mereka  yang  tidak  terlibat  dalam  inisiatif  tersebut,  namun,  secara umum,  telah  terjadi  kurangnya  konsensus  mengenai  hubungan  antara  perusahaan  CSR inisiatif dan kinerja keuangannya. Inisiatif CSR dari sebuah perusahaan dan kinerja keuangan perusahaan adalah pengorbanan bisnis. Menurut gagasan ini, perusahaan yang terlibat dalam inisiatif CSR sebenarnya pada ekonomi yang mengalami kerugian dibdaningkan dengan tidak melakukan  CSR,  karena  mereka  dikenakan  biaya  untuk  mengimplementasikan  inisiatif tersebut (Aupperle, Carroll, & Hatfield, 1985; Ullmann, 1985). 
Hal  ini  senada  dengan  perusahaan  telah  melaporkan  bahwa  CSR  memiliki  inisiatif mengakibatkan kebocoran keuangan karena keuangan negatif kembali karena biaya tambahan memulai dan mendukung inisiatif CSR (McGuire, Sundgren, & Schneeweis, 1988; Sen & Bhattacharya, 2001). Sehingga hubungan antara CSR dan kinerja keuangan adalah memiliki hubungan yang lemah (surroca, 2010, Soana, 2011).
Di sisi lain, ada berpendapat bahwa melaksanakan inisiatif CSR akan bermanfaat karena dapat  meningkatkan  semangat  kerja  karyawan  yang  mengarah  pada  peningkatan produktivitas dan pada akhirnya peningkatan kinerja (McGuire et al., 1988).
Secara langsung CSR dapat memaksimalkan keseluruhan perusahaan nilai pasar (Mackey, Mackey, & Barney, 2007) dan memiliki pengaruh positif pada nilai sekarang dari arus kas perusahaan(Godfrey, 2004). Secara tidak langsung, perusahaan yang terlibat dalam CSR akan mendapatkan  keunggulan  kompetitif  di  pasar  terjadi  melalui  diferensiasi  produk (McWilliams & Siegel, 2001; (Waddock & Graves, 1997), pengurangan atau penghapusan denda yang dikenakan pemerintah (Freedman & Stagliano, 1991), sementara pada saat yang sama meminimalkannya risiko secara keseluruhan eksposur (Godfrey, 2004), karennya dalam penelitian oleh Sen dan Bhattacharya (2001) menunjukkan bahwa inisiatif CSR perusahaan memiliki pengaruh positif pada pelanggan (Sen dan Bhattacharya, 2001),  yang akhirnya aktivitas tanggung jawab sosial perusahaan dapat meningkatkan kinerja keuangan (Chen, Honghui, dan Wang, X., 2011)
Sehingga  dalam  penelitian  ini,  hipotesis  yang  diajukan  adalah  “terdapat  hubungan  yang positif antara karakteristik CSR dengan karakteristik kinerja keuangan”
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan software AMOs versi 16. Dimana terdapat dua variabel konstruk yang keduanya menggunakan skala likert 5 point dimana 1 menunjukkan sangat rendah dan 5 menunjukkan sangat tinggi. 



34


 Pengukuran Variabel Penelitian
Dalam penelitian ini, pengukuran yang digunakan dalam CSR adalah dengan menggunakan Mahoney dan Roberts(2007)yaitu :
1.                 Isu komunitas (IK)
2.                 Keragaman tempat kerja (KT)
3.                 Hubungan tenaga kerja (HT)
4.                 Kinerja lingkungan (KL)
5.                 Internasional (I)
6.                 Produk dan praktek bisnis (PB)
sementara itu kinerja keangan menggunakan Chan (2006), dimana kategori yang digunakan adalah :
1.                   Profitabilitas(Profit) –ROE dan ROS
2.                   Assets Utilization (AU) – ROA
3.                   Pertumbuhan (G) –% perubahan assets, % perubahan sales, % perubahantenaga kerja untuk 3-5 tahun yang lalu.
4.                                                           Liquiditas (L) – Cash Flow, Acid Test dan Pay Out Ratios
5.                   Resiko Pasar (RP).
Responden dan Pengumpulan Data
Responden penelitian ini adalah 148 perusahaan jasa yang ada di D.I Yogyakarta yang mana kuisioner diisi oleh para CEO perusahaan tersebut, Pengiriman kuisioner dilakukan dengan
surat pos dan yang kembali ada 100 kuisioner, sehingga respon rate-nya 68 %.

 Hasil Penelitian
Tes reliability pada semua variabel konstruk pada keseluruhan model menunjukan cronbach alfa sebesar 0,734 sehingga sangat fit karena diantara 0,8-0,9. Dimendi variabel CSR dengan menggunakan metode Confirmatory Factor Analysis (CFA) menunjukkan model yang fit dimana χ2=6,049, df =9, p-value = 0.00, GFI=0.858, RMSEA=0.239, sedangkan dimensi





 variabel Kinerja Keuangan juga menunjukkan fit model dengan χ2=3,531, df =5, p-value = 0.00, GFI=0.898, RMSEA=0,232.
Tabel 1
Signifikansi antar Variabel
Estimate  S.E.  C.R.  P  Label

Kinerja Keuangan <---  CSR                                    1,127  ,149  7,553 ***











IK
<---  CSR
1,000
KT
<---  CSR
,733  ,212  3,461 ***
HT
<---  CSR
1,235  ,132  9,390 ***
KL
<---  CSR
1,175  ,125  9,431 ***
I
<---  CSR
,945  ,146  6,493 ***
PB
<---  CSR
,697  ,181  3,855 ***
RP
<---  Kinerja Keuangan
1,000
L
<---  Kinerja Keuangan
1,028  ,090 11,387 ***
G
<---  Kinerja Keuangan
,808  ,139  5,800 ***
AU
<---  Kinerja Keuangan
,666  ,157  4,240 ***
Profit
<---  Kinerja Keuangan
,869  ,134  6,469 ***
Kesimpulan
Secara keseluruhan dengan model SEM akhirnya dapat diketahui bahwa model sudat FIT, dimana  χ2=26,3,  df  =43,  p-value  =  0.00,  GFI=0.697,  RMSEA=0.231,  sehingga  hasil penelitian  ini  menunjukkan  bahwa  CSR  berhubungan  dengan  Kinerja  Keuangan  dengan probabilitas 1 % (lihat  tabel  1), sehingga hipotesis dalam penelitian penelitian ini  yang menunjukkan  bahwa  terdapat  hubungan  yang  positif  antara  karakteristik  CSR  dengan karakteristik Kinerja Kauangan dapat diterima. 
Saran Penelitian yang Akan Datang
Walaupun model penelitian ini sudah FIT namun peneliti menyarankan ada peran moderasi atau mediasi dalam penelitian tersebut, karena model CSR dengan kinerja keuangan memiliki pengaruh yang tidak langsung (John P. dan Lisa P., 2008), sehingga dibutuhkan hubungan yang tidak langsung tersebut dengan variabel lain baik mediasi maupun moderasi.



DAFTAR PUSTAKA
Altman,  B.W.  (1998),  “Transformed  corporate  community  relations:  a  management  tool forachieving corporate citizenship”, Business and Society Review, Vols 102/103, 
43-51.
Aupperle, K., Carroll, A., & Hatfield, J. (1985). An empirical examination of the relationship between  corporate  social  responsibility  andprofitability.  Academy  of Management Journal, 28, 446-463.
Backhaus, K. B., Stone, B. A., & Heiner, K. (2002). Exploring the Relationship between Corporate Social Performance and EmployerAttractiveness. Business & Society,
41(3), 292-318.
Berens, G., Van Riel, C. B., & Van Rekom, J. (2007). The CSR-Quality Trade-Off: When can  Corporate  Social  Responsibilityand  Corporate  Ability  Compensate  Each
Other? Journal of Business Ethics, Spring (74), 233-252.



36


 Boatright, J.R. (2000), Ethics dan the Conduct of Business, Prentice-Hall, Upper Saddle River, NJ.
Branco, M. dan Rodrigues, L. (2006), “Corporate social responsibility and resource-based perspectives”, Journal of Business Ethics, Dordrecht, Vol. 69 (2), 111-143.
Brown,  T.  J.,  &  Dacin,  P.  A.  (1997,  January).  The  Company  dan  Product:  Corporate Associations  and  Consumer  Product  Responses.Journal  of  Marketing, 61(January), 68-84.
Brown, T.J. dan Dacin, P.A. (1997), “The company dan theproduct: corporate associations dan consumer productresponse”, Journal of Marketing, Vol. 61, pp. 68-84.
Bruch,  H.  (2005),  “The  keys  to  rethinking  corporate  philanthropy”,  MIT  Sloan ManagementReview, Vol. 47  (1), 49-59.
Chdan,  Masud,  (2006).  The  Relationship  between  Corporate  Social  Performance  and Corporate Financial Performance: Industry tipes as a boundary Condition, The
Business Review, Cambridge, Vol. 5 (1), 240-245.
Chen, Honghui, dan Wang, Xiayang, (2011). Corporate social responsibility dan corporate financial  performance  in  China:  an  empirical  research  from  Chinese  firms,
Corporate  Governance:  The  International  Journal  of  Effective  Board Performance, Vol. 11 (4), 361-370
Clarkson, M.B.E. (1995), “A stakeholder framework for analyzing and evaluating corporate socialperformance”, Academy of Management Review, Vol. 20(1), 92-117.
Crawford,  D.  dan  Scaletta,  T.  (2005),  “The  balanced  scorecard  and  corporate  social aligningscorecard dan corporate social aligning values”, CMA Management, Vol.
79(6), 20-27.
Davis,  K.  (1960),  “Can  business  afford  to  ignore  social  responsibilities?”,  California Management Review, Vol. 2(3), 70-76.
Del Mar Garcia de los Salmones, M. A., Crespo, H., & Rodriguez del Bosque, I. (2005). Influence of Corporate Social Responsibility onLoyalty dan Valuation Services.
Journal of Business Ethics, 61(4), 369-385.
Du, S., Bhattacharya, C.B. dan Sen, S. (2007), “Reaping relational rewards from corporate socialresponsibility: the role of competitive positioning”, International Journal of
Research inMarketing, Vol. 24 (3), 224-265.
Fombrun, C.J. (2005), “RI insights a world of reputation research, analysis and thinking buildingcorporate  reputation  through  csr  initiatives:  evolving  stdanards”,
Corporate ReputationReview, Vol. 8 (1), 7-11.
Freedman, M., & Stagliano, A. J. (1991). Differences in social cost disclosures: A market test of investor relations. Accounting, Auditingand Accountability Journal, 4 (1), 68-
83.
Freeman, R.E. (1984), Strategic Management: A Stakeholder Approach, Pitman, Marshfield, MA.
Godfrey, P. C. (2004). The Relationship between corporate philanthropy and shareholder wealth: A risk management perspective. Academy of Management Review, 30,
777-798.
Greening, D. W., & Turban, D. B. (2000). Corporate Social Performance as a Competitive Advantage in Attracting a QualityWorkforce. Business & Society, 3 (September),
254-280.
Hill, R.P., Stephens, D. dan Smith, I. (2003), “Corporate social responsibility: an examination ofindividual firm behavior”, Business dan Society Review, Vol. 108 (3), pp. 339-
403.
Hopkins,  M.  (2003),  “Why  corporate  social  responsibility?”,  The  Planetary  Bargain CorporateSocial Responsibility Matters, Earth Scan, London.


37


 Langtry,  B.  (1994),  “Stakeholders  dan  the  moral  responsibilities  of  business”,  Business EthicsQuarterly, Vol. 4 (4), 431-473.
Lewis,  S.  (2003),  “Reputation  dan  corporate  responsibility”,  Journal  of CommunicationManagement, Vol. 7 (4), 356-420.
Luo,  X.  dan  Bhattacharya,  C.B.  (2009),  “The  debate  overdoing  good:  corporate  social performance, strategicmarketing levers and firm-idiosyncratic risks”, Journal of
Marketing, Vol. 73 No. 6, pp. 198-213.
Mackey, A., Mackey, T. B., & Barney, J. B. (2007). Corporate Social responsibility dan Firm Performance:  Investor  Preferences  andCorporate  Strategies.  Academy  of Management Review, 3(32), 817-835.
Mahoney,  L  S  dan  Roberts,  R  W  (2007).  “CorporateSocial  Performance,  Financial Performance andInstitutional Ownership in Canadian Firms”. AccountingForum,
31(3), 233-253.
McGuire, J. B., Sundgren, A., & Schneeweis, T. (1988). Corporate Social Responsibility and Firm Financial Performance. Academy ofManagement Journal, 31(4), 854-872.
McWilliams,  A.  dan  Siegel,  D.  (2000),  “Corporate  socialresponsibility  dan  financial performance:  correlation  ormisspecification”,  Strategic  Management  Journal,
Vol. 21 (5), 603-9.
Mueller, M., dos Santos, V.G. dan Seuring, D. (2009), “Thecontribution of environmental and social stdanards towardsensuring legitimacy in supply chain governance”,
Journal of Business Ethics, Vol. 89(4),509-23.
Orlitzky,  M.,  Schmidt,  F.L.  dan  Rynes,  S.  (2003),  “Corporatesocial  dan  financial performance: a meta analysis”,Organization Studies, Vol. 24 (3), 403-444.
Osborn, R.N. dan Hagedoorn, J. (1997), “The institutionalization and evolutionary dynamics ofinterorganizational  alliance  dan  networks”,  The  Academy  of  Management
Journal, Vol. 40 (2), 261-339.
Perrini, F. (2005), “Building a European portrait of corporate social responsibility reporting”, European Management Journal, Vol. 23 (6), 611-638.
Polonsky,  M.J.  (1996),  “Stakeholder  management  and  the  stakeholder  matrix:  potential strategicmarketing tools”, Journal of Marketing-Focused Management, Vol.  1,
209-238.
Porter, M.E. dan Kramer, M.R. (2006), “Strategy & society: the link between competitive advantagedan corporate social responsibility”, Harvard Business Review, Vol.
84(12), 56-68.
Riordan, C.M., Gatewood, R.D. dan Bill, J.B. (1997), “Corporate image: employee reactions andimplications for managing corporate social performance”, Journal of Business
Ethics, Vol.16, 401-413.
Royle, T. (2005), “Realismor idealism? Corporate social responsibility and the employee stakeholderin the global fast-food industry”, Business Ethics:A European Review,
Vol. 14  (1), 42-55.
Russo,  M.  dan  Fouts,  P.  (1997),  “A  resource-based  perspective  on  corporate environmentalperformance and profitability”, Academy of Management Journal,
Vol. 40 (3), 534-593.
Sen,  S.  dan  Bhattacharya,  C.B.  (2001),  “Does  doing  goodalways  lead  to  doing  better? Consumer  reactions  tocorporate  social  responsibility”,  Journal  of MarketingResearch, Vol. 38, 225-269.
Smith, N.C. (2009), “Bounded goodness: marketingimplications of Drucker on corporate socialresponsibility”, Journal of Academy of Marketing Science, Vol. 37,  73-84.





38


 Soana, Maria Gaia., (2011). The Relationship Between Corporate Social Performance and Corporate  Financial  Performance in  the Banking Sector, Journal  of Business
Ethics, Vol. 104 (1), 133-148
Surroca Jordi, Tribó, Josep, dan Waddock, Sdanra, (2010). Corporate responsibility  and financial performance: the role of intangible resources, Strategic Management
Journal, Vol. 31 (5), 463-490.
Sze´kely,  F.  dan  Knirsch,  M.  (2005),  “Responsible  leadership  and  corporate  social responsibility:  metricsfor  sustainable  performance”,  European  Management
Journal, Vol. 23 (6), 628-47.
The Economist (2008), “Just good business”, The Economist,17 January. Turban,  T.  D.,  dan  Greening,  D.  W.  (1997).  Corporate  Social  Performance  and Organizational  Attractiveness  to  prospective  employees.Academy  of Management Journal, 40 (3), 658-672.
Ullmann, A. (1985). Data in search of a theory: A critical examination of the relationships among  social  performance,  social  disclosure,and  economic  performance.
Academy of Management Review, 10, 540-577.
Waddock,  S.  (2004),  “Parallel  universes:  companies,  academics,  and  the  progress  of corporatecitizenship”, Business dan Society Review, Vol. 109(1), 5-42.
Waddock, S. A., dan Graves, S. B. (1997). The Corporate Social Performance Link. Strategic Management Journal, 18, 303-319.
Whetten, D.A., Rdans, G. dan Godfrey, P. (2002), “What are the responsibilities of business tosociety?”, in Pettigrew, A.M., Howard, T. dan Whittington, R. (Eds), Hdanbook
of Strategydan Management, Sage, London, pp. 373-409.
Yeoh, P. (2007), “The direction and control of corporations: law or strategy?”, Managerial Law, Vol. 49, 1/2.
Zagenczyk, T.J. Jr (2004), “Using social psychology to explain stakeholder reactions to anorganization’s social performance”, Business dan Society Review, Vol. 109
(1), pp. 97-101.
John P. dan Lisa P., (2008). The Missing Link between Corporate SocialResponsibility dan Financial  Performance:Stakeholder  Salience  and  Identifi  cation,  Corporate
Reputation Review, Vol. 11, (2), 169–181.




























39



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar